Kali ini mau mengulas profil - profil ustadz dan ustadzah favorit gw. Dalam segi ilmu..Subhanallah deh ya..semua isi ceramah, tausiah nya sungguh luarbiasa ber"isi".
Dari mereka lah sedikit demi sedikit gw dapet ilmu yang luarbiasa bermanfaat. Cara mereka mengungkapkan ilmu...sungguh mudah dicerna..terutama buat orang-orang yang masih oon yah tentang istilah2 dalam syariat dan sebagainya itu..nih ya..gw review dengan senang hati kisah dan profil mereka-mereka yang Insya Allah menjadi salahsatu dari orang-orang yang di cintai Allah SWT. AMIIINN
*lets start with mbah google support..>.<
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab
Walau ada beberapa isu yang miring tentang beliau, contohnya berita yang termuat di salahsatu situs voa-islam.com yang beranggapan bahwa beliau merupakan tokoh penganut ajaran Syi'ah..gw tetap mengapresiasi pelajaran yang disampaikan beliau. Terutama Tafsir Al Mishbah yang ditayangkan di Metro TV.
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (lahir di Rappang, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944 adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur'an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998).
Quraish Shihab memang bukan satu-satunya pakar al-Qur'an di Indonesia,
tetapi kemampuannya menerjemahkan dan meyampaikan pesan-pesan al-Qur'an
dalam konteks kekinian dan masa post modern membuatnya lebih dikenal dan
lebih unggul daripada pakar al-Qur'an lainnya. Dalam hal penafsiran, ia
cenderung menekankan pentingnya penggunaan metode tafsir maudu’i
(tematik), yaitu penafsiran dengan cara menghimpun sejumlah ayat
al-Qur'an yang tersebar dalam berbagai surah yang membahas masalah yang
sama, kemudian menjelaskan pengertian menyeluruh dari ayat-ayat tersebut
dan selanjutnya menarik kesimpulan sebagai jawaban terhadap masalah
yang menjadi pokok bahasan. Menurutnya, dengan metode ini dapat
diungkapkan pendapat-pendapat al-Qur'an tentang berbagai masalah
kehidupan, sekaligus dapat dijadikan bukti bahwa ayat al-Qur'an sejalan
dengan perkembangan iptek dan kemajuan peradaban masyarakat.
Di samping mengajar, ia juga dipercaya untuk menduduki sejumlah jabatan.
Di antaranya adalah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
(sejak 1984), anggota Lajnah Pentashhih Al-Qur'an Departemen Agama sejak
1989. Dia juga terlibat dalam beberapa organisasi profesional, antara
lain Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI),
ketika organisasi ini didirikan. Selanjutnya ia juga tercatat sebagai
Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah, dan Pengurus Konsorsium
Ilmu-ilmu Agama Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan. Aktivitas lainnya
yang ia lakukan adalah sebagai Dewan Redaksi Studia Islamika: Indonesian
journal for Islamic Studies, Ulumul Qur 'an, Mimbar Ulama, dan Refleksi
jurnal Kajian Agama dan Filsafat. Semua penerbitan ini berada di
Jakarta. Di samping kegiatan tersebut di atas, M.Quraish Shihab juga dikenal sebagai penulis dan penceramah yang handal.
Quraish Shihab adalah seorang ahli tafsir yang pendidik. Keahliannya
dalam bidang tafsir tersebut untuk diabdikan dalam bidang pendidikan.
Kedudukannya sebagai Pembantu Rektor, Rektor, Menteri Agama, Ketua MUI,
Staf Ahli Mendikbud, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan, menulis
karya ilmiah, dan ceramah amat erat kaitannya dengan kegiatan
pendidikan. Dengan kata lain bahw ia adalah seorang ulama yang
memanfaatkan keahliannya untuk mendidik umat. Hal ini ia lakukan pula
melalui sikap dan kepribadiannya yang penuh dengan sikap dan sifatnya
yang patut diteladani. Ia memiliki sifat-sifat sebagai guru atau
pendidik yang patut diteladani. Penampilannya yang sederhana, tawadlu,
sayang kepada semua orang, jujur, amanah, dan tegas dalam prinsip adalah
merupakan bagian dari sikap yang seharusnya dimiliki seorang guru.
sumber: Wikipedia
Ust. Yusuf Mansur
Ga akan ada gabisnya kata-kata buat nunjukin betapa gw sukaaaa banget sama apa yang selalu disampaikan beliau. Karena "Master Ilmu Sedekah" (julukan khusus dari gw untuk beliau) ini benar-benar menginspirasi gw buat melakukan hal-hal baik..terutama untuk selalu berprasangka baik sama Allah SWT. Gw juga suka banget sama gaya bicaranya yang 100% betawi asli. Mudah Dimengerti, dipahami dan insyaAllah ilmu yang disampaikan beliau bermanfaat untuk kita semua. Amin
let's check His profile yaa..
Nama : Yusuf Mansur
Tgl Lahir : 19 Desember 1976
Pendidikan : IAIN Jakarta
Aktivitas :
– Pimpinan Lembaga Wisata Hati Corporation
– Duta Dompet Dhuafa
– Duta Dompet Dhuafa
FP FB: Yusuf Mansyur Network
Twitter: Yusuf Mansyur
Siapa yang tidak kenal Ust. Yusuf Mansur? Ustadz
yang telah membranding dirinya sebagai ustadz ahli sedekah ini kerap kali mucul
di TV. Bahkan penulis adalah pemirsa setia acaranya di ANTV tiap ba’da subuh
jam 05.00 pagi. Gaya khas betawinya yang kocak dan isi ceramahnya yang agak
ekstrem apalagi kalau menyangkut sedekah adalah sajian berbeda bagi penikmat
siraman ruhani televisi di Indonesia. Ustadz yang telah mempelopori ilmu
sedekah ini, berpendapat bahwa sedekah adalah amalan ajaib yang akan memberi solusi
bagi setiap masalah yang dihadapi manusia. Menurut ustadz yusuf Mansur sebagian
besar masalah yang dihadapi manusia seperti terlilit hutang, ingin dapat jodoh,
sulit dapat kerja, ingin punya anak dan lain sebagainya dapat ditebus atau
dibayar dengan sedekah. Artinya dengan melakukan amalan sedekah yang ajaib ini,
maka semua masalah dapat dicarikan solusinya. Bahkan beberapa pernyataan fenomenal
dari ustadz Yusuf Mansur diantaranya : Sedekah tidak harus ikhlas, Sedekah
tidak harus tunggu kaya dan Sedekah jor-joran atau besar-besaran, kini sudah
begitu familier di tengah masyarakat kita.
Biografi Ustadz Yusuf Mansur
Ustadz yusuf
mansur lahir di Jakarta pada tanggal 19 desember 1976. Anak dari pasangan
Abdurrahman Mimbar dan humrif’ah menamatkan pendidikannya di Madrasah Aliyah
Negeri Jakarta Barat pada tahun 1992. Ia juga pernah melanjutkan pendidikan di
perguruan tinggi di jurusan informatika, namu tidak tamat karena lebih suka
balapan motor. Kini, ustadz yusuf Mansur telah menikah dengan Siti Maemunah dan
telah dianugerahi empat orang anak. Bahkan anak yang keempat lahir pada tanggal
17 agustus selisih beberapa jam dengan cucu pertama Presiden SBY.
Biografi Ustadz Yusuf mansur : Masa-masa kelam
Dibalik
kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, pendiri Pondok pesantren daarul
quran dan pimpinan pengajian wisata hati, Ustadz Yusuf Mansur menyimpan
masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya hotel prodeo
selama dua bulan yaitu tahun 1996 dikarenakan terlilit utang setelah mengalami
kebangkrutan bisnis yang ditekuninya di bidang informatika. Pada tahun 1998,
beliau kembali masuk bui dikarenakan cara hidup yang salah. Namun, justru di
penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah.
Kisah Sukses
Setelah
mengalami masa kelam keluar masuk penjara, ustadz yusuf Mansur mulai bangkit kembali.
Beliau memulai bisnisnya dengan berjualan es di sekitar terminal kalideres. Dari
ketekunan, keuletan serta ilmu sedekah yang diyakininya, bisnis ustadz yusuf Mansur
terus berkembang, dari yang awalnya menggunakan termos beralih ke gerobak dan mempunyai
banyak anak buah.
Awal sukses
perjalanan karier ustadz yusuf Mansur dimulai dari perkenalannya dengan sebuah
LSM. Selama di LSM itulah ustadz yusuf Mansur meluncurkan buku pertamanya yaitu
wisata hati mencari tuhan yang hilang. Tanpa diduga, buku pertamanya itu, mendapat
sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Berawal dari buku tersebut, ustadz
yusuf Mansur kebanjiran order bedah buku dan sebagai penceramah agama. Di tengah
ceramahnya, ustadz yusuf Mansur selalu menyisipkan ilmu sedekah yang disertai
dengan berbagai keajaiban dan kisah nyata.
Selanjutnya karier Ustadz Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu dengan yusuf Ibrahim seorang produser dari label PT Virgo Ramayana Record yang menggandengnya menggarap kaset tausiah Kun Fayakun, The Power of Giving dan Keluarga. Kemudian bersama wisata hati dan sinemaArt, Ustadz yusuf Mansur juga meluncurkan Kasih Hati yang menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan berdasarkan kisah nyata. Kemudian bersama Zaskia Medca, Agus Kuncoro dan Dessy Ratnasari, ustadz yusuf menggarap film berjudul Kun fayakun yang merupakan proyek dari kegiatan roadshow selama januari-april 2008.
Selanjutnya karier Ustadz Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu dengan yusuf Ibrahim seorang produser dari label PT Virgo Ramayana Record yang menggandengnya menggarap kaset tausiah Kun Fayakun, The Power of Giving dan Keluarga. Kemudian bersama wisata hati dan sinemaArt, Ustadz yusuf Mansur juga meluncurkan Kasih Hati yang menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan berdasarkan kisah nyata. Kemudian bersama Zaskia Medca, Agus Kuncoro dan Dessy Ratnasari, ustadz yusuf menggarap film berjudul Kun fayakun yang merupakan proyek dari kegiatan roadshow selama januari-april 2008.
Melalui
yayasan wisata hati yang dibentuknya, beliau juga menyediakan layanan sms kun
fayakun untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Ustadz yusuf Mansur
juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al-quran (PPPA), sebuah program
yang menyiapkan calon-calon penghafal alquran dan juga menjadi ladang sedekah
bagi keluarga besar wisata hati.
Gimana?
Mantap khan biografi ustadz yusuf Mansur. From zero to Hero. Tentu saja ini
semua beliau capai dengan mempraktekkan ilmu sedekah yang selalu ia sampaikan
dalam tiap ceramah.
sumber: motivasi4life
Ustadz Felix Siauw
ahh..yaa..untuk ustadz yang satu ini gw ngaku..gw belum pernah jumpa atau lihat fisiknya di dunia nyata. Tapi dengan follow twitter dan join fanpagenya, baca semua kultwit dan update status-status dakwahnya..kita bisa merasakan, bahwa ustadz Felix berada begitu dekat dengan anda..jiee...^^
FP FB: Ustadz Felix Siauw
Twitter: Felix Siauw
Website: Felix Siauw
Email: Felix Siauw
Sangat sedikit manusia yang menggunakan
akalnya untuk menemukan Tuhannya dan jati dirinya. Padahal kalau mau
jujur dan jernih berpikir siapapun akan menemukan kebenaran Islam.
Pengalaman Felix Siauw (24 tahun) bisa menjadi pelajaran. Berikut
kisahnya.
Jika kamu masih mempunyai banyak
pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa
adanya, tanpa reserve”. Begitulah kira-kira pernyataan yang akan selalu
aku ingat di dalam hidup ini.
Waktu itu aku masih seorang penganut Kristen Katolik. Di usiaku yang masih 12 tahun, banyak pertanyaan tentang kehidupan yang belum terjawab. Ada tiga pertanyaan yang paling besar yang muncul dalam benakku, yaitu darimana asal kehidupan ini, untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir kehidupan ini. Lalu, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada tiga, yakni ada tuhan bapa, tuhan putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?” Aku diskusikan itu dengan orang tuaku atau dengan rohaniawan, tapi jawabannya mengambang dan tak memuaskan.
Waktu itu aku masih seorang penganut Kristen Katolik. Di usiaku yang masih 12 tahun, banyak pertanyaan tentang kehidupan yang belum terjawab. Ada tiga pertanyaan yang paling besar yang muncul dalam benakku, yaitu darimana asal kehidupan ini, untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir kehidupan ini. Lalu, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada tiga, yakni ada tuhan bapa, tuhan putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?” Aku diskusikan itu dengan orang tuaku atau dengan rohaniawan, tapi jawabannya mengambang dan tak memuaskan.
Ketidakpuasan itu lalu mendorongku untuk
mencari jawaban langsung dari Alkitab yang katanya datang dari tuhan.
Betapa terkejutnya aku, aku baru tahu jika 14 dari 27 surat di Injil
perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih
terkejut lagi ketika mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga
merupakan tulisan tangan manusia yang dibuat setelah wafatnya Yesus.
Konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam
tiga ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M.
Setelah mengetahui itu, kuputuskan bahwa
agama yang kuanut tidaklah pantas untuk dipertahankan. Aku pun
memutuskan untuk menjadi seorang yang tidak beragama, tetapi tetap
percaya kepada Tuhan. Aku berkesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang
benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya. Tanpa sadar waktu
itu aku sudah menjadi manusia yang sinkretis dan pluralis.
Bertemu Ustad Muda
Waktu terus bergulir. Ketika aku kuliah
di IPB memasuki semester ketiga, pemahamanku mulai berubah. Itu bermula
dari perdebatanku dengan seorang teman tentang kebenaran. Syamsul Hadi,
demikian nama temanku itu, mengatakan bahwa kebenaran hanya akan
ditemukan di dalam Alquran. Aku pun berusaha mencarinya. Aku lalu
dipertemukan dengan Ustad Fatih Karim, aktivis Islam. Lewat pertemuanku
dengannya di Masjid Kampus itulah, perkenalanku dengan Alquran
dimulai.
Kepadanya, aku menceritakan tentang
pengalaman hidupku termasuk berbagai pertanyaan besar yang belum
terjawab tentang kehidupan. Kami lalu berdiskusi hingga mencapai suatu
kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Aku pun akhirnya
paham bahwa adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang
tidak bisa disangkal dan dinafikan bila kita benar-benar memperhatikan
sekeliling kita.
“Tapi masalahnya ada lima agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah yang bisa kita percaya?” tanyaku saat itu.
“Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja,” jawab Ustad Fatih. Lalu ia menambahkan, “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa?” Lalu dibacakanlah ayat dalam Alur’an: ”Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS al-Baqarah [2]:2)
Mendengar ayat itu, aku terpesona dengan ketegasan, kejelasan serta ketinggian maknanya. ”Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?” pikirku.
“Tapi masalahnya ada lima agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah yang bisa kita percaya?” tanyaku saat itu.
“Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja,” jawab Ustad Fatih. Lalu ia menambahkan, “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa?” Lalu dibacakanlah ayat dalam Alur’an: ”Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS al-Baqarah [2]:2)
Mendengar ayat itu, aku terpesona dengan ketegasan, kejelasan serta ketinggian maknanya. ”Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?” pikirku.
Seolah membaca pikiranku, Ustad Fatih
melanjutkan, “Kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya
bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan pencipta. Not
creation but The Creator. Bahkan Alquran menantang manusia untuk
mendatangkan yang semacamnya!”
Pikiranku saat itu bergejolak. Dalam hatiku berkata, “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini aku cari!”. Tetapi ada beberapa keraguan di benakku. ”Mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?” tanyaku.
Pikiranku saat itu bergejolak. Dalam hatiku berkata, “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini aku cari!”. Tetapi ada beberapa keraguan di benakku. ”Mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?” tanyaku.
Ustad itu menjelaskan bahwa Islam tidak
sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satu pun
yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Islam adalah sistem
kehidupan. Sangat luar biasa penjelasannya. Sesuatu yang belum pernah
aku dengar sebelumnya. Aku pun mulai sadar akan kelebihan dan kebenaran
Islam. Keraguanku mulai luntur.
Masuk Islam
Aku pun akhirnya bisa menemukan jawaban
sempurna atas ketiga pertanyaan besarku. Ternyata aku ini berasal dari
Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Aku hidup untuk beribadah
kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya yang tertulis di dalam Alquran.
Alquran itu dijamin datang dari-Nya. Setelah hidup ini berakhir, kepada
Allah lah aku akan kembali dengan membawa amal ibadah selama hidup
untuk dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh
Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiranku
ini, maka aku memutuskan, ”Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”
Banyak tantangan setelah itu. Maklum aku
hidup dalam lingkungan keluarga yang sangat tendensius kepada Islam. Di
mata mereka orang Islam itu jahat dan jorok. Orang tuaku bilang aku
sinting dan kerasukan setan. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak akan
mengorbankan kebenaran yang kucari selama ini. “Tidak, sama sekali
tidak,” pikirku. Aku yakin bahwa Allah lah yang harus didahulukan. Kini
orang tuaku bangga kepadaku.
Setelah masuk Islam, aku menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Aku bangga kepada Islam. Mudah-mudahan, sampai akhir hidup, aku dan keluargaku, tetap berada di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahu Akbar!
Setelah masuk Islam, aku menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Aku bangga kepada Islam. Mudah-mudahan, sampai akhir hidup, aku dan keluargaku, tetap berada di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahu Akbar!
sumber: mancib.wordpress.com
disila baca juga: un2kmu.wordpress.com
Ustadzah Dedeh (Mamah Dedeh)
Walaupun ustadzah yang satu ini terdengar tegas (baca:galak) ketika menasihati orang yang curhat sama beliau, terutama yang menyangkut masalah pernikahan dan hubungan antara suami istri, gw tetep suka dan favorit banget. Seluruh nasihatnya benar-benar disampaikan secara lugas dan to the point banget. Sarat akan ilmu keislaman dan nasihat-nasihat bermanfaat. Pengen juga ketemu beliau dan curhat abis-abisan. Gapapa deh diomel-omelin beliau..gw emang kayanya kudu diceramahin atau digebrak dulu sama kata-katanya mamah biar sadar dan ga cengeng.^^
Mamah Dedeh adalah seorang ustadzah yang dikenal lewat acaranya "Mamah dan Aa". Mamah Dedeh mempunyai nama lengkap Dedeh Rosidah Syarifudin
dan berasal dari daerah Pasir Angin, Ciamis. Mamah Dedeh dari kecil
sudah dibesarkan di lingkungan pesantren. Mamah Dedeh mempunyai hobi
melukis dan bercita-cita menjadi pelukis profesional. Hobinya ini tidak
didukung oleh ayahnya, K.H. Sujai (Alm) yang juga seorang mubalig. Oleh
karena itulah pada tahun 1968 Mamah Dedeh dikirim ke Jakarta untuk
melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Agama
Islam Negeri yang sekarang telah berubah namanya menjadi Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Ciputat. Sejak kuliah Mamah Dedeh sudah aktif mensyiarkan Islam ke kampung-kampung.
Biografi Mamah Dedeh dari Biografi Web
Lulus dari SD, Mamah Dedeh
meneruskan ke Pendidikan Guru Agama (PGA) dan lulus pada tahun 1968
dan langsung kuliah di IAIN Jakarta. Pada saat kuliah Mamah Dedeh
bertemu dengan idaman hatinya yang bernama Drs. H. M. Syarifuddin yang
kelak menjadi pendamping hidupnya. Suaminya juga anak dari seorang
mubaligh di Jakarta yang bernama KH. Hasan Basri yang masih keturunan
dari Guru Mughni. Mamah Dedeh menikah pada tahun 1970 ketika menginjak
tahun ke tiga kuliahnya. Mamah Dedeh menikah secara sederhana dan tidak
dirayakan.
Setelah menikah, selain berdakwah di Ciputat, Mamah Dedeh juga mengajar mengaji di Tanah Abang, mengikuti kegiatan keluarga suami. Setelah pindah ke Depok, semakin luas pergaulannya, dan makin banyak tempatnya berdakwah. Pada tahun 1995 Aktivitas dakwah off air dari kampung ke kampung, kota ke kota dan menjadi narasumber di berbagai kelompok pengajian rupanya menarik perhatian almarhum Benjamin Sueb, pendiri sekaligus pemilik Bens Radio meminta Mamah Dedeh untuk ceramah on air di Bens Radio yang ditayangkan secara LIVE dan akhirnya menjadi penceramah tetap untuk mengisi program "Ngaji" yang diadakan setiap Jumat.
Setelah menikah, selain berdakwah di Ciputat, Mamah Dedeh juga mengajar mengaji di Tanah Abang, mengikuti kegiatan keluarga suami. Setelah pindah ke Depok, semakin luas pergaulannya, dan makin banyak tempatnya berdakwah. Pada tahun 1995 Aktivitas dakwah off air dari kampung ke kampung, kota ke kota dan menjadi narasumber di berbagai kelompok pengajian rupanya menarik perhatian almarhum Benjamin Sueb, pendiri sekaligus pemilik Bens Radio meminta Mamah Dedeh untuk ceramah on air di Bens Radio yang ditayangkan secara LIVE dan akhirnya menjadi penceramah tetap untuk mengisi program "Ngaji" yang diadakan setiap Jumat.
Sejak tahun 1980, Mamah Dedeh
yang juga pendakwah beserta teman-temannya mempunya ratusan anak asuh.
Mereka membiayai sekolah mereka, mulai dari siswa SD sampai SMA. Salah
satu dari anak asuhnya itu ada yang jadi penyiar di Bens Radio milik
almarhum Benyamin S. Tahun 1994, kebetulan Benyamin sedang mencari
pendakwah perempuan. Anak asuhnya itu menyodorkan nama Mamah Dedeh.
Mamah Dedeh juga sering diundang oleh berbagai kalangan, mulai dari
kelompok pengajian, gubernur, sampai menteri.
Pada awal Maret 2007, Mamah Dedeh mulai muncul di televisi lewat sebuah program talk show religius di Indosiar. Acara ini diberi nama "Mamah dan Aa"ditayangkan setiap Jumat-Sabtu pada pagi hari.
Facebook Fan Page
http://www.facebook.com/pages/Mama-Dedeh/103839119649844
sumber: mustafidwongbodo.blogspot.com
www.tabloidnova.com
Pada awal Maret 2007, Mamah Dedeh mulai muncul di televisi lewat sebuah program talk show religius di Indosiar. Acara ini diberi nama "Mamah dan Aa"ditayangkan setiap Jumat-Sabtu pada pagi hari.
Facebook Fan Page
http://www.facebook.com/pages/Mama-Dedeh/103839119649844
sumber: mustafidwongbodo.blogspot.com
www.tabloidnova.com









0 comments:
Posting Komentar
Orang yang berkomentar sopan disini, pasti KECE, KEREN, dan ELEGAN.. matursuwun :)