Seringkali ketika gw merenung, lalu kemudian membayangkan persahabatan, inspirasi buat mengurai kata-kata jadi cepat banget. Apalagi jika persahabatan yang dibayangkan dan yang pernah terlewat (lalu) dan dirasakan kembali sekarang. umm...manis dan indah. :) --> :)
Walau tidak selalu berjalan lancar, baik-baik saja dan apa adanya, seringkali juga ada amarah, kesal, iri, sedih, kecewa, gemas, resah. Tapi itulah bumbu persahabatan. JIka hanya dirasa datar, maka itu tidak akan memberi rasa tersendiri jika kemudian waktu yang sedikit memberi jarak antara kita..dan para sahabat.
Walau tidak selalu berjalan lancar, baik-baik saja dan apa adanya, seringkali juga ada amarah, kesal, iri, sedih, kecewa, gemas, resah. Tapi itulah bumbu persahabatan. JIka hanya dirasa datar, maka itu tidak akan memberi rasa tersendiri jika kemudian waktu yang sedikit memberi jarak antara kita..dan para sahabat.
contohnya
salahsatu tulisan gw yang satu ini. Pernah juga gw posting di fb
beberapa bulan sebelum wisuda D3..untuk mereka ..sahabat-sahabat gw yang
sekarang jarang banget ketemu..
Mereka ini nih..sumber inspirasinya..
judulnya:
Mereka ini nih..sumber inspirasinya..
judulnya:
Kau Adalah Bagian Dalam Sejarah Hidupku
Konon katanya,
persahabatan yang tulus ga akan pernah putus hingga kapanpun. Namun rasanya hal
itu terlalu klise. Lihatlah bagaimana sekarang, masa dimana kita memulai fase
kehidupan baru kita sebagai mahasiswa. Masih akrabkah kita dengan sahabat –
sahabat kita semasa kecil??.
Sahabat SD dimana kita
bermain bersama, menghabiskan waktu istirahat dengan bermain galaksin, petak
umpet, kasti, lompat karet, saat ada penyuntikan di sekolah kita saling
menceritakan dengan antusias rasa sakit yang dirasa, dan merasa menjadi satu
bagian ketika sama – sama merasakan sakitnya.
Atau sahabat di masa SMP,
dimana kita mulai mengerti dengan jelas makna persahabatan, saat dimana awal
merasakan jatuh cinta dan ingin sahabat mengerti yang kita rasa, saling
mendukung dalam mengejar prestasi, ikut
merasa tersakiti ketika sahabat kita disakiti orang lain.
Atau juga sahabat di masa SMA, dimana proses
kedewasaan mulai tumbuh, dimana solidaritas semakin terjaga, saling menguatkan
ketika sama – sama menghadapi ujian. Pertanyaanku adalah : Masihkah kita akrab dengan sahabat – sahabat kita di fase kehidupan
kita yang lalu??
Jika iya, maka
beruntunglah kalian. Namun jika tidak, maka inilah kenyataan yang telah
terjadi. Sahabat – sahabat terdahulu memang masih ada, mereka masih ingat saat
– saat indah penuh kebersamaan yang dihabiskannya dengan kita, namun tidak
dengan waktu yang dulu mereka sediakan. Dengan intensitas pertemuan yang minus,
kegiatan yang berbeda, lingkungan pergaulan yang tak lagi sama, mustahil untuk
kita, bisa bersama – sama lagi seperti dulu. Menghabiskan waktu bersama,
menertawai kebodohan yang kita lakukan bersama, atau sekedar duduk lesehan
bersama. Mustahil itu semua, jika dari jauh hari tidak ada perjanjian untuk
bertemu.
Dan sahabat, itu semua akan terulang lagi untuk yang
kesekian kalinya dalam hidupku. Dimana kini, kalianlah sahabat – sahabat
terbaik dalam fase kehidupanku masa perkuliahan. Like as “ My Second family” . Satu hal yang ku takutkan pada setiap pertemuan.
Yaitu kata “Perpisahan”. Ingatlah
sekarang semester berapa? Berapa lama lagi kita bisa merasakan kebersamaan
seperti ini? berapa lama pula kalian ada untuk berbagi rasa dan kisah
bersamaku? berapa lama lagi kita bisa menghabiskan waktu bersama? Berapa lama
lagi kita bisa saling mendukung dan saling menyemangati satu sama lain?
Saat lulus, semua akan
bahagia. Namun kita pasti sadar dan tahu dengan pasti...apa yang sebenarnya
kita rasa jauh didasar lubuk hati yang terdalam...inilah kalimatnya...
“Sahabatku..kita berpisah..tak akan ada lagi
rutinitasku denganmu..tak ada lagi pagi yang kita hadapi bersama – sama...tak
akan ada lagi kita berkumpul hingga malam mengerjakan tugas kelompok, tak akan
ada lagi cengkrama saat menunggu jam perkuliahan dimulai, tak akan ada lagi
kumpul – kumpul setiap pulang kuliah..tak akan ada lagi waktu sebanyak ini yang
kau sediakan untukku..dan yang paling pasti adalah...kau akan memulai fase
kehidupanmu yang baru...mungkin sahabat – sahabat baru yang lebih sempurna,
lebih baik, dan lebih mengerti kamu, lebih segalanya dibanding aku, dan kau
akan lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya sebagaimana dulu kita
menghabiskan waktu bersama – sama..”.
Namu yang pasti,
terimakasih atas semua yang telah kalian berikan padaku. Sampai kapanpun, kita
akan tetap menjadi sahabat. Karena kau adalah bagian dalam sejarah hidupku..^^
..::The End::..
Um...agak melankolis di ujung cerita..hha
Dan ini salahsatu karya gw yang paling berharga. Jreng..jreng..walau clipnya masih berupa movie maker format wmv nan kamseupay editannya (gw sendiri yang edit, jadi aneh), tapi gw rasa ini cukup mengekspresikan betapa berharganya orang-orang yang ada didalamnya.
jiee...jiee..
humm..miss you a lot guys..muacchh..
……..*………*
…..*……………*
…*………………..*
..*………………….*
.*……………………*………*….*
*…………………….*…*…………..*
.*…………………….*……………….*
..*…………………….*…………….*
…*……………genggong…………*
…..*…………………………….*
……..*………………………*
………..*………………….*
……………*……………*
………………*……….*
…………………*…..*
………………….*..*
……………………*
……………………*
…………………..*
……………………*
……………………..*
………………………..*
…………………………..*
……………………………*
………………………….*
……………………….*
………………………*
…………………….*
Copyright: www.BerryIndo.com






























