mengharap seseorang yang samar..bahkan kau sendiri pun tak tau siapa dia, wajahnya..namanya..tapi pernahkah terfikir bahwa..suatu hari, orang yang saat ini tak kau kenal sebelumnya..kelak kan dipertemukan dan menjadi belahan jiwa mu untuk selamanya..umm...voilaa..jadilah sedikit kutipan panjang...(lho??)
Ajaibnya dia. ..
Ajaibnya dia. ..
Datang tanpa permisi. Ketika ku
persilakan masuk, dia hanya bermain – main saja diluar pintu. Kadang ia
sedikit memunculkan wajahnya di depan pintu itu. Dan anehnya, ada
sesuatu yang berdesir hebat di jiwaku. Menarik rasanya. Sulit
digambarkan dengan apapun yang ada di dunia ini. Coklat semanis apapun
tak mampu membuatku menyatakan bahwa rasanya mirip dengan apa yang
jiwaku rasakan. Namun seringpula sosoknya terlihat samar bahkan tak
terlihat. Saat itulah jiwaku merasa haus. Serasa berada di tengah padang
gurun sahara yang mengeringkan kerongkonganku. Rasanya rindu, ingin dia
muncul lagi, setidaknya didepan pintu itu...
Mungkinkah
dia hadir lagi di pintu itu?..
setiap waktu ku sempatkan menunggunya di
ambang pintu itu. Terus menanti – nanti tanpa tahu kapan waktu yang
pasti dia akan datang kembali dan muncul dihadapanku. Walau tak ada
janji yang dia ucapkan untuk kembali, namun mengapa jiwa ini terus
memaksa. Seakan kepergiannya telah meninggalkan ruang kosong di jiwa
ini. Padahal baru sekejap ia menapakkan kakinya di pintu itu, namun
kenapa jiwa ini telah menyediakan terlalu banyak bagian yang tak
seharusnya dia dapatkan. Seharusnya tak semudah itu.
Aku
hanya mampu mengangguk pasrah dengan apa yang jiwaku katakan. Jiwaku
adalah bagian dari diriku, tak mungkin aku berkata padanya bahwa ia
terlalu bodoh. Begitu mudahnya merindukan sesuatu yang belum jelas
wujudnya. Begitu mudah menantikan sesuatu yang mungkin saja hanya ingin
bermain – main di pintu itu...Tapi jiwa ini terus memaksa. Banyak kata –
kata yang dikeluarkannya demi meyakinkanku. Yakin, bahwa suatu saat dia
akan kembali di depan pintu itu dan akan segera masuk kedalamnya. Dan
jiwaku yakin, aku akan bahagia sekali ketika saat itu datang.
Ya
kawan..pintu itu adalah hatiku, sedang dia adalah seseorang yang masih
samar wujudnya di pandanganku. Walau begitu rupanya selalu hadir saat
aku merenung atau bahkan saat aku bersenandung. Dahsyatnya dia, dia
selalu mampu membuatku melupakan siapa diriku, dimana aku, dan sedang
apa aku...Kawan...inilah dahsyatnya CINTA..




