Kamis, 20 November 2014

Samuderaku..Cinta Ibu

13

Dear sahabat-sabahatku di dunia per bloggeran.
Pagi ini mungkin merupakan salahsatu pagi yang berkesan untuk beberapa orang di gerbong 10, gerbong khusus wanita. Terlebih aku.
Tak ada yang menyangka bahwa ilmu dan pelajaran bisa didapatkan di tempat-tempat yang tidak terbayangkan sebelumnya. Adalah hal yang lumrah jika ilmu dan pelajaran itu kita dapatkan di sekolahan, kampus dan lembaga-lembaga yang memang diselenggarakan untuk menuntut ilmu.
Namun kali ini..pagi ini, 20 November 2014 aku merasakan getaran menentramkan dan mengharukan di KRL Jabodetabek jurusan Depok-Jakarta Kota.
Seperti biasa, pukul enam pagi aku dan banyak orang menanti kereta di St. UI. Semua berjalan seperti biasa. Rebutan masuk kereta, berjejal, bergelantungan (upss..ini terlalu berlebihan ya..hhihi) dan diam berbengong-bengong sampai stasiun tujuan.
Namun kali ini lain.
Didepan ku duduk seorang ibu tua dan anaknya (posisiku berdiri). Awalnya biasa saja, penampilannya juga rapih..bersih tidak kumel. Namun ketika sudah mendekati stasiun manggarai, si ibu tua mulai gelisah dan bersiap. Yang aneh, kulihat sang anak sekitar umur 6-7 tahun masih tertidur lelap. Si Ibu tua menunduk..mengaitkan selendang dipundaknya dan yang terjadi kemudian membuat ku dan beberapa wanita lain di gerbong 10 terheran-heran..si Ibu tua membopong anak tsb..merangkul kemudian mengaitkan gendongannya ke badan si anak.
Postur si anak hampir setinggi si ibu tua..namun si ibu tua kuat menggedong si anak tsb. Penasaran, aku berusaha melihat lebih jelas wajah si anak yang digendong. Wajah seorang gadis cilik berkebutuhan khusus, kulitnya putih bersih, seringkali si ibu tua menyeka airliur si anak dengan selendang gendongannya sebab mulut si anak yang tidak bisa tertutup rapat. Dan sepertinya lumpuh karena sekujur tubuhnya terlihat kaku tak bisa digerakkan. Tangan dan kakinya ada bebatan atau balutan kain alat apa itu aku kurang faham . Subhanallah..Kami semua bertanya-tanya..mengapa wanita serenta ini masih harus berjuang memanggul seorang gadis cilik..kemana anaknya yang lain..atau suaminya…hmm. Fikiran-fikiran seperti itu hanya bergulat di fikiranku dan mungkin juga difikiran orang lain disekitarku..segan untuk menanyakan langsung kepada si ibu tua. bahkan sekedar mengambil fotonya secara diam-diam pun aku sungkan.Takut menyinggung perasaannya.
Si Ibu tua tidak mau dibantu. Dia hanya tersenyum ketika kami berusaha membantunya yang setiap kali berusaha menaikkan gendongannya yang melorot. Ya Allah..aku pandangi perjuangan si ibu terutama saat ia melangkahkan kaki turun dari kereta ke peron. Berjalan diselasar peron dengan tertatih2. Ya Allah…begitu besar perjuangan seorang ibu.
Sesaat ku pejamkan mata..merasakan begitu besarnya cinta kasih seorang wanita…seorang ibu..perjuangannya..ketulusannya..Terbersit wajah ibuku. Pengorbanannya untukku..kasih sayangnya untuk ku.. (airmata menetes).
Kesibukanku kerja sambil kuliah membuatku kerap kelelahan luarbiasa ketika sudah menginjakkan kaki dirumah. Dan Ibu mengerti itu. Selalu ada air hangat untukku mandi..teh hangat untuk ku minum..makan malam untuk ku makan.. Aku tak pernah sekalipun meminta ibu siapkan ini semua. Sudah kusampaikan kesegananku karena layanannya kepadaku. Jujur aku tak ingin menjadi seorang anak yang terus-menerus menyusahkan Ibu ku. Sudah cukup pengorbanan nya untuk ku sejak ku didalam kandungannya. Karena kini sudah saatnya aku yang membahagiakannya. Namun apa jawabnya “Selagi Ibu bisa..sanggup..sempat..kenapa tidak” sambil terseyum dan mengecup keningku. Love you so much Mom.
Lamunan buyar ketika Announcer KRL mengabarkan kereta sudah mendekati st. gondangdia. Aku harus bersiap turun. Kuseka diam-diam airmata yang sempat tak tertahan menetes keluar dari pelupuk mata.dan bersyukur. Memiliki Ibu yang cintanya seluas samudera untuk ku. J


Memang benar kata pepatah… kasih ibu sepanjang jalan, Kasih anak sepanjang galah..

13 comments:

Pakde Cholik mengatakan...

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan : Hati Ibu Seluas Samudera
Segera didaftar
Salam hangat dari Surabaya

Pakde Cholik mengatakan...

Sayabtidak bisa copy artikel ini Nduk
Tolong kirim via email ya
Terima kasih

Nahlatul Azhar mengatakan...

Tidak hanya di rumah sendiri ya Mba, bahkan di manapun itu kita bisa melihat ibuibu yang kerennya luar biasa.

http://nahlatulazhar-penuliscinta.blogspot.com/2014/11/mama-rahasia-di-bali-kediaman.html

Anonim mengatakan...

Nggak bisa ngomong apa-apa setelah baca tulisan ini, yang ada di pikiran hanyalah sosok ibu gue sendiri.

Firdaus Ramdhan mengatakan...

Baru pertama kali mampir ke sini, dan... blognya cukup girly dg cursor bentuk hati. Gue jadi ngerasa di toko aksesoris cewek. Hehehe..

Jadi kangen ibu di rumah. Kalo inget2 beginian, bawaannya pengen nangis.

Unknown mengatakan...

Memang...Kasih ibu sepanjang masa. Dimanapun kita bisa melihat ibu yang luar biasa ... Bahkan tak jarang membuat kita mengeluarkan air mata :'(

MÓ§ti Peacemaker mengatakan...

aaaaaaarrrrrghhhhhh...kangen emak dikampung....

cinta ibu memang luar biasa...
pengen terus nyium kakinya yang mulia...aaaargghhhh

lakukan segala sesuatu untuk mendapatkan ridho ibu,,,,
membuatnya bahagia,,insyaallah kehidupan akan nyaman, damai, bahagia bila yang dilakukan ditujukan untuk Ibu...
amiin..

Iva Mairisti mengatakan...

duuhh terharu banget baca ceritanya, itulah ibu selalu menyayangi anaknya bagaimana pun keadaannya. Tapi yg sering aku herankan ada juga ibu yg tega membuang atau menjual anaknya sendiri. hikkss hikkss
gimana pun juga ibu tetaplah yg terbaik :")

ADMIN mengatakan...

Gue juga pernah dapet hidayah (?) di transportasi umum, di bus tepatnya. Tapi bukan ibu-ibu, melainkan seorang ayah dan anaknya yang yahh gitulah....

Orang tua ngurus anak itu tanpa pamrih, maka berdosalah seorang anak yang menelentarkan orang tuanya nanti.

Siska Dwyta mengatakan...

Terharu baca postingan ini.... ibu tua itu mulia banget ya Allah... benar-benar kuat hati sapa yg tdk terenyuh melihatnya bgt sabar merawat anaknya yg berkebutuhan khusus itu....

Oia bahas ttg ibu jd ingat mama di rumah:')

Btw sukses ya buat GAnya

Meykke Santoso mengatakan...

waaah, memang Ibu itu tidak ada duanya..bahkan nggak ada yang bisa membalas kebaikan Ibu..dari pertama kali pas nahan sakit biar kita terlahir di dunia..hehehe..semoga WA nya menang dan semoga Ibu dan anak itu mendapat kemudahan hidup :)

Dhy Diah Kurniasari mengatakan...

terimakasih pakde. :)

Ni Wayan Sulendri mengatakan...

bisa bisaaa
good
2 jempol...

Posting Komentar

Orang yang berkomentar sopan disini, pasti KECE, KEREN, dan ELEGAN.. matursuwun :)

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com