Di Sore hari yang mendung..waktu itu hari jumat..gw lagi asik-asiknya mangku laptop sambil ngopi-ngopi..(gimana caranya hayoo?)hmm..
tiba-tiba aja coba nulis ini..mungkin karena udah 3 minggu gw omdo(omomg doang) mau nengokin makam mba en..tapi ga jadi-jadi terus..alasannya sederhana...kalo gw ga lagi asik main, ya gw lagi males kemana-mana.. #paraaaahh..
nah, tiba-tiba, ketika gw keingetan sama janji gw itu, fikiran gw melayang...ingat tentang kisahnya almarhumah kakak gw tersayang..
lagi pingin buat tulisan yang sopan, makanya pake kata "aku"..jiee.. soalnya bawa-bawa nama ibu di tulisan kali ini..dan gw seriiiing banget kena omelannya kalo dia denger gw ngomong.. "gw..gw..elo" ke kakak or ke temen2 gw..hedeehh T.T (jelas kalau ke orangtua gw ga berani, mau dilempar panci apa muka kece gw ini.ckkckk)
oke, ini dia tulisan sederhana gw untuk almarhumah..
Bahagia
itu sederhana..
ya itu salahsatu kalimat sederhana yang paling ku
suka. Ketika mengucap kata itu, yang terlintas pertamakali dalam
benak ku adalah mereka. Ibu, Bapak dan Kakakku. Bahkan kakak tertuaku
yang tak pernah kulihat rupanya, tak pernah ku dengar suaranya, ia
pun begitu. Tak pernah menggendongku, bermain bersamaku, mendengarkan
rengekanku..hmm..aku menyayanginya walau aku dan dia tak pernah
sekalipun bertemu.
Mengapa
begitu? Karena ibu, bapak dan kakak kedua ku yang membuatku ikut
mencintainya. Mereka kerap kali menceritakan keindahan budi pekerti
kakakku, kesantunannya sebagai kakak tertua, kebaikannya, senyumnya
yang ramah, tuturkatanya yang lembut, dia..tak pernah menyakiti hati
ibu ku. Ibuku sangat menyayangi dia. Bahkan perlu waktu bertahun –
tahun untuknya menghilangkan kesedihan dan merelakan putri cantiknya
pergi untuk selamanya didunia. Tenanglah bu, kita (ibu, bapak, aku,
kakak) pasti akan bertemu lagi dengannya nanti.di syurga Allah) Amin
YRA.
Suatu
saat,
ibuku
pergi
mengaji.
Waktu
itu
aku
masih
SD.
Dan
kakak
keduaku
sedang
sekolah
di
SMA.
Siang
hari,
selepas
ku
pulang
sekolah,
bapak
mengajakku
meraih
satu
koper
yang
sedari
dulu
ada
diatas
lemari
besar
di
kamarku.
Dulu sekali aku pernah bertanya pada ibu, apa isinya dan beliau tak menjawab. Bapak mengambil koper besar itu dan meletakkannya dihadapanku. Saat ia membukanya, terlihat beberapa pakaian anak-anak dan beberapa boneka serta foto.
*itu kepala boneka bayi yaa..bukan hantu..hhe
Sambil membersihkan isi koper, bapak bercerita kepadaku. Semua yang ada dalam koper itu adalah milik kakakku yang tertua. Yang kini telah tiada. Bapak mengajakku masuk kedalam kenangannya dulu bersama almarhumah. Rasa sayang nya terpancar dari setiap kata yang terlontar dari bibirnya. Aku menangis. Ya..Aku menangis. Mendengar kisah dari bapakku, sambil membuka lembaran – lembaran usang foto almarhumah. Dia cantik. Kulitnya putih bersih. Sorot matanya teduh, persis seperti ibuku. Berbeda denganku dan bapak yang memiliki sorot mata tajam (baca: galak). Posturnya juga tinggi. Ia meninggal ketika kelas 5 SD. Dengan usia sekitar 10 tahun. Usia dimana itu adalah saat – saat seorang anak sedang dekat sekali dengan ibunya. Terbersit sekilas betapa saat ibu bercerita tentangnya, matanya berkaca-kaca sambil menciumku. Yang dia utarakan adalah, harapannya. Harapan dimana saat ia ditinggal almarhumah, ia berdoa untuk diberi penawar kesedihannya. Seorang anak yang mampu membuatnya tersenyum dan baik akhlaknya. Serupa dengan almarhumah, dan mampu menjadi penghibur serta tempatnya menggantungkan harapan, harapan untuk memiliki anak yang sholeh sebagai bekalnya di akhirat nanti. Maka Selang 3 tahun kemudian lahirlah aku.
hal-hal manis tentang mba eni ada di postingan ini..
Dulu sekali aku pernah bertanya pada ibu, apa isinya dan beliau tak menjawab. Bapak mengambil koper besar itu dan meletakkannya dihadapanku. Saat ia membukanya, terlihat beberapa pakaian anak-anak dan beberapa boneka serta foto.
*itu kepala boneka bayi yaa..bukan hantu..hhe
Sambil membersihkan isi koper, bapak bercerita kepadaku. Semua yang ada dalam koper itu adalah milik kakakku yang tertua. Yang kini telah tiada. Bapak mengajakku masuk kedalam kenangannya dulu bersama almarhumah. Rasa sayang nya terpancar dari setiap kata yang terlontar dari bibirnya. Aku menangis. Ya..Aku menangis. Mendengar kisah dari bapakku, sambil membuka lembaran – lembaran usang foto almarhumah. Dia cantik. Kulitnya putih bersih. Sorot matanya teduh, persis seperti ibuku. Berbeda denganku dan bapak yang memiliki sorot mata tajam (baca: galak). Posturnya juga tinggi. Ia meninggal ketika kelas 5 SD. Dengan usia sekitar 10 tahun. Usia dimana itu adalah saat – saat seorang anak sedang dekat sekali dengan ibunya. Terbersit sekilas betapa saat ibu bercerita tentangnya, matanya berkaca-kaca sambil menciumku. Yang dia utarakan adalah, harapannya. Harapan dimana saat ia ditinggal almarhumah, ia berdoa untuk diberi penawar kesedihannya. Seorang anak yang mampu membuatnya tersenyum dan baik akhlaknya. Serupa dengan almarhumah, dan mampu menjadi penghibur serta tempatnya menggantungkan harapan, harapan untuk memiliki anak yang sholeh sebagai bekalnya di akhirat nanti. Maka Selang 3 tahun kemudian lahirlah aku.
hal-hal manis tentang mba eni ada di postingan ini..
Apakah
maksud ibu menceritakan doanya waktu itu padaku? Ya Allah..mampukah
aku melakukan itu semua. Ku mohon bimbinganMu selalu..Amin
Salam
dari ku untuk Almarhumah ya Allah. Dia begitu dicintai kedua orangtua
nya..adiknya..saudara2nya, tetangga2 ku yang dulu mengenal dengan
jelas pribadi Almarhumah.
Bahkan
ku
dengar
saat-saat
meninggalnya.
Waktu
itu
almarhumah
masih
sempat
ikut
pementasan
kelulusan
dan
perpisahan
kakak
kelasnya
di
SD.
Almarhumah
pandai
menari.
Tariannya
luwes
dan
lembut.
Padahal
saat
itu
ia
masih
kecil.
Malamnya
ia
mengeluh
sakit
dibagian
dadanya.
Sesak
katanya.
Langsung
kedua
orangtuaku
membawanya
berobat
ke
rumah
sakit
terdekat
di
daerah
cijantung.
Keputusan
dokter,
Almarhumah
harus
dirawat.
Tidak,
Ibu
dan
bapak
tak
mau
memberitahu
padanya
apa
sakit
sebenarnya
pada
almarhumah.
Baru
jauh
hari
aku
tahu
bahwa
ada
lubang
di
paru-parunya.
Entahlah..aku
tak
mengerti.
Saat
bermalam
dirumah
sakit,
bapak
dan
ibu
terus
menemaninya.
Kata
ibu,
almarhumah
masih
bisa
terseyum.
Cantik
sekali
senyumnya.
Ibu
bilang
senyumnya
bercahaya.
Saat
itu
almarhumah
meminta
bapak
dan
ibu
memeluknya
di
kiri
dan
kanan
dia.
Menemaninya
berbaring
diranjang
sempit
di
rumahsakit
dan
membaca
beberapa
surah
disampingnya.
Ia
membisikkan
kata2
yang
menenangkan
hati
keduaorangtuanya.
Apa
yang
dibisikkannya
pada
ibu
dan
bapak
ini
yang
masih
belum
ku
tahu
pasti.
Karena
tiap
kali
menceritakan
bagian
itu
padaku,
bapak
diam…ibu
sesenggukan.
Yang
kutangkap
dari
kata-kata
samar
di
bibir
ibuku
adalah
almarhumah
menyuruh
keduaorangtuanya
tersenyum.
Terus
berdoa
dan
dia
berjanji,
akan
menyambut
mereka
nanti.
Disana…
Dan
ia pun meninggal dengan tenang. Kata tetangga-tetanggaku juga
jenazahnya cantik..dan bibirnya tersenyum..uh..LOVE YOU SO..MY BEST
SISTER..
Saat
bertengkar dengan kakak keduaku yang punya watak keras dan galak, aku
sempat berfikir, andai ada kamu di sini sekarang…kamu pasti yang
membelaku..mengajarkanku untuk bersabar karena bagaimanapun dia
adalah kakakku..kakak kandungku..
Andai
kamu
ada,
pasti
setiap
saat
aku
bercerita
padamu,
rajin
memelukmu,
rajin
mengajakmu
belanja,
wisata
kuliner,
nonton
bareng,
belajar
menari
darimu..
kaupun
pasti
sering
mengajakku
curhat,
memperhatikanku,
mendukungku,
menyemangatiku…hal-hal
sepele
yang terkadang
diabaikan
oleh
kakak
keduaku..padahal
aku
perlu
perhatiannya,
dukungannya,
dan
perhatiannya.
hmm..aku
sayang
padamu..
walau
ku
tak
pernah
bertemu
denganmu..namun
ku
berterimakasih
pada
Allah,
dan
kamu..yang
telah
memberikan
ku
kesempatan
untuk
menjadi
bagian
dari
keluarga
ini.
Keluarga
yang
hangat,
dan
penuh
cinta.
Karena
andaikan
Allah
tak
mengambilmu
ke
sisinya..entah
apakah
mungkin
aku
bisa
berada
di
sini..di
tengah
keluarga
ini..
Ya..bahagia
itu sederhana..sesederhana bagaimana aku bisa bersyukur dan
mensyukuri setiap detik, menit, jam, hari di setiap waktunya bersama
keluargaku.
Thanks..
*saat
nulis
ini,
bapak
bulakbalik
didepan gw..tiap
dia
negok,
buru-buru gw hapus
airmata
yang
mengalir
mengiringi
tiap
ketikan
enam
jari
yang
kerapkali
saling
beradu
(baca:
keserimpet)
di
keyboard
laptop gw..dan
ibu
yang
berkali-kali ngajak gw
makan
kue
berkat
dari
pengajiannya
tadi
sore..ehehehee…love
mom..dad..and
my
sister’s.
dua
saudara
perempuan gw.
Yang
saat
ini
sedang
kerja,
dan
yang
sedang
mengamati gw
dari
sana..love
you
so
much
dear..realy
love
you..
With
Love,
Ndulle
Surely










0 comments:
Posting Komentar
Orang yang berkomentar sopan disini, pasti KECE, KEREN, dan ELEGAN.. matursuwun :)