Selasa, 23 Oktober 2012

love you..my beloved sist..

0

Di Sore hari yang mendung..waktu itu hari jumat..gw lagi asik-asiknya mangku laptop sambil ngopi-ngopi..(gimana caranya hayoo?)hmm..
tiba-tiba aja coba nulis ini..mungkin karena udah 3 minggu gw omdo(omomg doang) mau nengokin makam mba en..tapi ga jadi-jadi terus..alasannya sederhana...kalo gw ga lagi asik main, ya gw lagi males kemana-mana.. #paraaaahh..
nah, tiba-tiba, ketika gw keingetan sama janji gw itu, fikiran gw melayang...ingat tentang kisahnya almarhumah kakak gw tersayang.. 
lagi pingin buat tulisan yang sopan, makanya pake kata "aku"..jiee.. soalnya bawa-bawa nama ibu di tulisan kali ini..dan gw seriiiing banget kena omelannya kalo dia denger gw ngomong.. "gw..gw..elo" ke kakak or ke temen2 gw..hedeehh T.T (jelas kalau ke orangtua gw ga berani,  mau dilempar panci apa muka kece gw ini.ckkckk)
oke, ini dia tulisan sederhana gw untuk almarhumah..


Bahagia itu sederhana..
ya itu salahsatu kalimat sederhana yang paling ku suka. Ketika mengucap kata itu, yang terlintas pertamakali dalam benak ku adalah mereka. Ibu, Bapak dan Kakakku. Bahkan kakak tertuaku yang tak pernah kulihat rupanya, tak pernah ku dengar suaranya, ia pun begitu. Tak pernah menggendongku, bermain bersamaku, mendengarkan rengekanku..hmm..aku menyayanginya walau aku dan dia tak pernah sekalipun bertemu.

Mengapa begitu? Karena ibu, bapak dan kakak kedua ku yang membuatku ikut mencintainya. Mereka kerap kali menceritakan keindahan budi pekerti kakakku, kesantunannya sebagai kakak tertua, kebaikannya, senyumnya yang ramah, tuturkatanya yang lembut, dia..tak pernah menyakiti hati ibu ku. Ibuku sangat menyayangi dia. Bahkan perlu waktu bertahun – tahun untuknya menghilangkan kesedihan dan merelakan putri cantiknya pergi untuk selamanya didunia. Tenanglah bu, kita (ibu, bapak, aku, kakak) pasti akan bertemu lagi dengannya nanti.di syurga Allah) Amin YRA.

Suatu saat, ibuku pergi mengaji. Waktu itu aku masih SD. Dan kakak keduaku sedang sekolah di SMA. Siang hari, selepas ku pulang sekolah, bapak mengajakku meraih satu koper yang sedari dulu ada diatas lemari besar di kamarku. 

 Dulu sekali aku pernah bertanya pada ibu, apa isinya dan beliau tak menjawab. Bapak mengambil koper besar itu dan meletakkannya dihadapanku. Saat ia membukanya, terlihat beberapa pakaian anak-anak dan beberapa boneka serta foto.
*itu kepala boneka bayi yaa..bukan hantu..hhe
  Sambil membersihkan isi koper, bapak bercerita kepadaku. Semua yang ada dalam koper itu adalah milik kakakku yang tertua. Yang kini telah tiada. Bapak mengajakku masuk kedalam kenangannya dulu bersama almarhumah. Rasa sayang nya terpancar dari setiap kata yang terlontar dari bibirnya. Aku menangis. Ya..Aku menangis. Mendengar kisah dari bapakku, sambil membuka lembaranlembaran usang foto almarhumah. Dia cantik. Kulitnya putih bersih. Sorot matanya teduh, persis seperti ibuku. Berbeda denganku dan bapak yang memiliki sorot mata tajam (baca: galak). Posturnya juga tinggi. Ia meninggal ketika kelas 5 SD. Dengan usia sekitar 10 tahun. Usia dimana itu adalah saatsaat seorang anak sedang dekat sekali dengan ibunya. Terbersit sekilas betapa saat ibu bercerita tentangnya, matanya berkaca-kaca sambil menciumku. Yang dia utarakan adalah, harapannya. Harapan dimana saat ia ditinggal almarhumah, ia berdoa untuk diberi penawar kesedihannya. Seorang anak yang mampu membuatnya tersenyum dan baik akhlaknya. Serupa dengan almarhumah, dan mampu menjadi penghibur serta tempatnya menggantungkan harapan, harapan untuk memiliki anak yang sholeh sebagai bekalnya di akhirat nanti. Maka Selang 3 tahun kemudian lahirlah aku.
hal-hal manis tentang mba eni ada di postingan ini.. 

Apakah maksud ibu menceritakan doanya waktu itu padaku? Ya Allah..mampukah aku melakukan itu semua. Ku mohon bimbinganMu selalu..Amin

Salam dari ku untuk Almarhumah ya Allah. Dia begitu dicintai kedua orangtua nya..adiknya..saudara2nya, tetangga2 ku yang dulu mengenal dengan jelas pribadi Almarhumah.

Bahkan ku dengar saat-saat meninggalnya. Waktu itu almarhumah masih sempat ikut pementasan kelulusan dan perpisahan kakak kelasnya di SD. Almarhumah pandai menari. Tariannya luwes dan lembut. Padahal saat itu ia masih kecil. Malamnya ia mengeluh sakit dibagian dadanya. Sesak katanya. Langsung kedua orangtuaku membawanya berobat ke rumah sakit terdekat di daerah cijantung. Keputusan dokter, Almarhumah harus dirawat. Tidak, Ibu dan bapak tak mau memberitahu padanya apa sakit sebenarnya pada almarhumah. Baru jauh hari aku tahu bahwa ada lubang di paru-parunya. Entahlah..aku tak mengerti. Saat bermalam dirumah sakit, bapak dan ibu terus menemaninya. Kata ibu, almarhumah masih bisa terseyum. Cantik sekali senyumnya. Ibu bilang senyumnya bercahaya. Saat itu almarhumah meminta bapak dan ibu memeluknya di kiri dan kanan dia. Menemaninya berbaring diranjang sempit di rumahsakit dan membaca beberapa surah disampingnya. Ia membisikkan kata2 yang menenangkan hati keduaorangtuanya. Apa yang dibisikkannya pada ibu dan bapak ini yang masih belum ku tahu pasti. Karena tiap kali menceritakan bagian itu padaku, bapak diamibu sesenggukan. Yang kutangkap dari kata-kata samar di bibir ibuku adalah almarhumah menyuruh keduaorangtuanya tersenyum. Terus berdoa dan dia berjanji, akan menyambut mereka nanti. Disana

Dan ia pun meninggal dengan tenang. Kata tetangga-tetanggaku juga jenazahnya cantik..dan bibirnya tersenyum..uh..LOVE YOU SO..MY BEST SISTER..

Saat bertengkar dengan kakak keduaku yang punya watak keras dan galak, aku sempat berfikir, andai ada kamu di sini sekarang…kamu pasti yang membelaku..mengajarkanku untuk bersabar karena bagaimanapun dia adalah kakakku..kakak kandungku..

Andai kamu ada, pasti setiap saat aku bercerita padamu, rajin memelukmu, rajin mengajakmu belanja, wisata kuliner, nonton bareng, belajar menari darimu..
kaupun pasti sering mengajakku curhat, memperhatikanku, mendukungku, menyemangatikuhal-hal sepele yang terkadang diabaikan oleh kakak keduaku..padahal aku perlu perhatiannya, dukungannya, dan perhatiannya. hmm..aku sayang padamu..
walau ku tak pernah bertemu denganmu..namun ku berterimakasih pada Allah, dan kamu..yang telah memberikan ku kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga ini. Keluarga yang hangat, dan penuh cinta. Karena andaikan Allah tak mengambilmu ke sisinya..entah apakah mungkin aku bisa berada di sini..di tengah keluarga ini..

Ya..bahagia itu sederhana..sesederhana bagaimana aku bisa bersyukur dan mensyukuri setiap detik, menit, jam, hari di setiap waktunya bersama keluargaku.

Thanks..





*saat nulis ini, bapak bulakbalik didepan gw..tiap dia negok, buru-buru gw hapus airmata yang mengalir mengiringi tiap ketikan enam jari yang kerapkali saling beradu (baca: keserimpet) di keyboard laptop gw..dan ibu yang berkali-kali ngajak gw makan kue berkat dari pengajiannya tadi sore..eheheheelove mom..dad..and my sisters. dua saudara perempuan gw. Yang saat ini sedang kerja, dan yang sedang mengamati gw dari sana..love you so much dear..realy love you..





With Love,








Ndulle Surely


0 comments:

Posting Komentar

Orang yang berkomentar sopan disini, pasti KECE, KEREN, dan ELEGAN.. matursuwun :)

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com