Jumat, 07 September 2012

People part II Who Inspire Me (smart, brave and manful )

0

Untuk Edisi kali ini (cieilah..) gw mau ngereview 3 tokoh yang familiar di Indonesia. Ketiga nya punya karakter yang kuat. Dan gw respect banget sama semua hal yang mereka lakukan untuk Indonesia. Inilah sedikit tentang profil dan bio mereka..

Dahlan Iskan



Nama: Dahlan Iskan
Lahir: Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951
Jabatan: Menteri BUMN 19 Oktober - sekarang, Chairman Jawa Pos Grup, 2000 - sekarang.
Istri: Nafsiah Sabri
Anak: Azrul Ananda, Isna Fitriana
Agama: Islam
Pendidikan: Fakultas Hukum IAIN Sunan Ampel, Minout Indonesia LPPM (1979), FINNON LPPM (1980).
Karier:
1).Wartawan majalah Tempo (1976)
2).Pemimpin surat kabar Jawa Pos sejak 1982
3).Komisaris PT.Fangbian Iskan Corporindo (FIC) 2009
4).Direktur Utama Perusda PT. PWU Jatim Group (2000)
5).Komisaris pabrik kertas Adiprima Suraprinta
6).Komisaris Power Plant PT. Prima Elektrik Power di Surabaya
7).Direktur Utama Power Plant PT.Cahaya Fajar Kaltim
8).Komisaris Kaltim Elektrik Power
9).Ketua Umum Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) se-Indonesia
10).CEO Jawa Pos Group, 2000
11).Direktur Utama PLN 23 Desember 2009 - 19 Oktober 2011
12).Menteri BUMN, 19 Oktober - sampai sekarang.
adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.
Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati (catatan tersebut dapat dibaca di Pengalaman Pribadi Menjalani Tranplantasi Liver) pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.
Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas bayar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.



Abraham Samad Riyanto


Nama: Bibit Samad Rianto
Tempat, Tanggal Lahir: Kediri, 3 November 1945
Status: Menikah (4 anak dan 7 cucu)
Alamat: Pedurenan, Karang Tengah, Tangerang
Fanpage Twitter: Abraham Samad , Abraham Samad Club
*Account bukan dikelola oleh Bpk. Abraham. (bukan account pribadi)

Pendidikan
1959: Sekolah Rakyat
1962: Sekolah Menengah Pertama
1965: Sekolah Menengah Atas
1965: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (tidak lulus)
1970: Akademi Kepolisian
1977: Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian
1995: Magister Manajemen
2002: Universitas Negeri Jakarta, Program Doktor

Karier

1996: Wakil Asisten Perencanaan Kepala Polri
1997: Wakil Kepala Polda Jawa Timur
1997-2000: Kepala Polda Kalimantan Timur
2005: Rektor Universitas Bhayangkara Jaya
Desember 2007-Sekarang: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi

Tanda Kehormatan:

Mendapat enam tanda kehormatan, di antaranya:
1999, Bintang Yudha Dharma Nararya
1999, Bintang Bhayangkara Pratama

Dr. Abraham Samad, S.H., M.H., (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 27 November1966 umur 45 tahun) adalah seorang advokat yang sekarang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015

Pendidikan
Abraham Samad menyelesaikan pendidikan sarjana Strata 1 / S1 , Magister Strata 2 / S2 dan Doktoral Strata 3 / S3 di fakultas hukum Universitas Hasanuddin di makassar. Abraham Samad meraih gelar doktor pada tahu 2010. Tesisnya mengambil tema tentang "Pemberantasan Korupsi" yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.

Karir Abraham Samad
Sejak tahun 1996 Abraham Samad sudah menjalani profesinya sebagai Advokat. Kemudian untuk mendukung profesinya Abraham Samad mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diberi nama Anti Corruption Committee (ACC) . LSM yang didirikan nya ini banyak bergerak dalam pemberantasan korupsi, khusus nya di daerah Sulawesi Selatan. Selain itu, tujual didirikan nya ACC adalah untuk mendorong terciptanya Sistem Pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran nya memberantas Korupsi.

Abraham Samad mencalonkan diri sebagai ketua KPK
Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Yudisial. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011.
Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara . Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011


Denny Indrayana



Nama Asli Denny Indrayana, S.H., LL.M., Ph.D.,  
Nama Panggilan Nama Populer Denny Indrayana   
Profesi: Pejabat & Politisi
Nama: Denny Indrayana
Tanggal Lahir: Tanggal Lahir : 11 Desember 1972
Facebook: Denny Indrayana
Twitter : Denny Indrayana
Manajemen / Perusahaan: Kementrian Hukum dan HAM

Karier

  • Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (2011)
  • Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada ()
  • Pendiri Indonesian Court Monitoring dan Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ()
  • Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (2008)
  • asisten pengacara Jeremias Lemek Law Firm Yogyakarta (1994)
Denny Indrayana lahir di Kota Baru, Pulau Laut, di sebuah pulau kecil sebelah tenggara Kalimantan Selatan.
Semasa kecilnya, ia menghabiskan di Kota Banjarbaru. Ayahnya yang bekerja di perusahaan Badan Usaha Milik negara (BUMN) PT Perhutani II, membuatnya harus berpindah-pindah dikala orangtuanya sedang bertugas. Karena hal itu, ia puns empat berskolah di Manokwari, Irian Jaya. Namun hanya sampai kelas tiga sekolah dasar dan setelah itu dirinya kembali ke Kalimantan Selatan dan bersekolah di sana hingga lulus SMA.


Tahun 1991, Denny masuk fakultas hukum Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan mendapatkan gelar sarjananya di tahun 1995. Ditahun yang sama ketika ayahnya menawari sebuah rumah, Denny lebih memilih menjual rumah tersebut untuk melanjutkan studi pasca sarjanya di University of Minnesota, Amerika Serikat, dengan program jurusan School of law. Dua tahun kemudian, ia berhasil menamatkan dengan nilai yang sangat memuaskan.


Empat tahun kemudian, setelah mendapatkan beasiswa ADS (Australian Development Scholarship), Denny kembali mengambil program master hukum dan berhasil meraih gelar LL.M dari Universitas Minnesota, USA tahun 2001. Dua tahun berikutnya, ia kembali mengambil program doktoral fakultas hukum Universitas Melbourne, Australia. Ia pun berhasil menyelesaikannya dan berhasil menjadi doktor termuda dari UGM yang lulus pada tahun 2005. Sebagai seorang akademisi, ia mengawali karirnya sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selama satu tahun. Selepas dari situ, Denny kembali ke almamaternya dan langsung menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi, Fakultas Hukum UGM.


Selain itu, ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri sekaligus menjadi direktur ICM (Indonesia Court Monitoring) tahun 2008. Tidak hanya eksis di organisasi, ia juga masih mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta, salah satunya di Universitas Islam Indonesia. Sebagai penggiat anti korupsi baik di ICM dan Pukat, ternyata Denny juga terobsesi untuk membasmi mafia peradilan dan lantang menyuarakan anti korupsi.


Hal itu terlihat tatkala dirinya menjadi Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH). Aksi dan pernyataannya sering membuat para pengamat dan politisi menjadi gerah dan seakan kebakaran jenggot. Ketika masih menjabat sebagai Sekretaris PMH, wajahnya wara wiri di sejumlah media tanah air karena sering melontarkan pernyataan yang dinilai kontroversial. Bahkan tak jarang yang menilai ia sedang mencari sensasi untuk kepentingan pribadinya.


Disamping menjadi sekteratis PMH, Denny juga menjabat sebagai staf khusus presiden bidang hukum, HAM danPemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Sebelum bergabung di pemerintahan, aktivis penggiat anti korupsi ini pernah menjadi konsultan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah itu karirnya di pemerintahan semakin melejit bak meteor. Pada 19 Oktober 2011, ia diangkat menjadi wakil Mentri Hukum dan HAM oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 

0 comments:

Posting Komentar

Orang yang berkomentar sopan disini, pasti KECE, KEREN, dan ELEGAN.. matursuwun :)

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com